Tidurku sedikit
terganggu dengan suara yang nyaris jarang kutemui sebelumnya. Oh, ternyata
hujan. Segera ku terbangun melihat handhone, lalu membuangnya. Tidak ada pesan yang mengingatkanku untuk menjemputmu diperaduan seperti jumat
jumat sebelumnya. Semacam tidak semangat untuk bangun. Masih kuharapkan ini
semua hanyalah mimpi. Sepertinya kubelum bisa mengikhlaskan kepergianmu. Kita
sepakat untuk tidak meneruskan perjalanan suci.
Jumat, 05 Oktober 2012
Rabu, 03 Oktober 2012
Hanya Ingin Menunggu
Sekarang aku
tidak mencari,
Aku bukan orang
yang suka download
Diotakku tidak
ada aplikasi semacam idm mungkin
Mungkin itulah
sifat jelekku sekarang..
Keretaku Tak Mampu Membawamu ke Tujuan
Malam hari di pusat kota sebelah timur, termenung dibawah lampu kuning. Ku masih
termangu. Menanti keputusan dari mulutmu, mengharapkan keadilan. Tak banyak
berkata kau hanya memberi isyarat, tanda perpisahan. Persis seperti kau menutup
pintu, memadamkan lampu teras. Kau menyerah, dan tak mau lagi berjuang.
Berjuang demi aku, kau dan kebahagiaan. Kuharap ini mimpi, sebelum akhirnya ku
sadar semua ini nyata.
Senin, 01 Oktober 2012
Semakin Kesini Pilihan Semakin Mengerucut
Sumber gambar: medabind.blogspot.com
Wahhh, sebenernya
sih lagi muales banget mau nulis.. tapi barusan ada temen yang gak sengaja
curcol tentang pilihan.. semangat membara lagi deh buat nulis.. (9^▽^)9 \(´▽`)/ hahhahhaa..
Amunisi sudah
lengkap, laptop butut, teh, rokok, dan playlist lagu ngalem wuhehhee. Langsung
ajalah keburu lupa mau nulis apa..
Saya ajak kalian
mengikuti ingatan saya beberapa tahun yang lalu, saat dulu saya masih umur 5
tahun. Ibuku bertanya, “kalo besar mau jadi apa..?” Setiap kali diberikan pertanyaan
tersebut pasti jawaban saya tidak akan sama dengan yang kemarin.. jadi polisi,
dokter, profesor, insinyur, astronot dan lain lain.
Langganan:
Komentar (Atom)



