Tabik pun!
Halo bapak,
saya rasa ini penting. Mungkin saat ini bapak sedang sibuk dengan acara
ceremonial serah terima jabatan atau apapun itu di sebuah gedung, di mana yang
menjadi fokus utama orang-orang adalah sosok yang dipilih warga memimpin Metro
hingga lima tahun ke depan.
Saya
membayangkan orang-orang di dalam sana mengucapkan selamat tinggal kepada bapak,
kemudian bapak meninggalkan tempat tersebut memasuki sebuah mobil pribadi yang
sudah disiapkan di mana setiap meter mobil itu berjalan, orang akan melupakan bapak
semeter demi semeternya.
Maka
sebelum orang (termasuk saya) mulai melupakan bapak, saya berusaha menulis
semampu apa yang bisa saya tulis. Sebab saya berkeyakinan, raga seseorang boleh
saja mati, tapi tidak dengan tulisannya. Semoga demikian.