Minggu, 11 Agustus 2013

Cinta Harus Mengikhlaskan

Mau berapa lama lagi aku terus bersikukuh kalau air bisa menghancurkan batu? Its bullshit qoute ever heard for me. Mau sampai kapan aku menunggu bus ditengah hutan? Menyusuri pantai mencari ujung, menjelajahi samudera menemui ufuk barat. Mau sampai kapan?

Segala nya sudah ku telan pahit-pahit. Ada seseorang memberi ku sebuah nasihat yang katanya sahih, kalau dia cinta sejatimu kejar hingga dapat. Tidak berselang lama orang tersebut menyesal, dan tidak meneruskan apa yang ia katakan kepadaku. Bagus kalau ia segera sadar.

Hai kamu, sudah jangan perdulikan aku. Fokus saja dengan hubunganmu. Jangan siakan dia, dia yang sudah terlebih dulu menghiasi harimu. Menerangkan jiwamu dengan lampion bernama harapan-harapan. Sungguh, aku tak bermaksud membuatmu bingung. Sama seperti kau yang selama ini membuatku bingung. Tak ada balas dendam, tak kan pernah ada. Percayalah.

Segala pengalaman-pengalaman pahit sudah pernah aku alami, sudah saya tidak mau mengeluh terlalu sering. Cuma satu hal yang belum bisa kupelajari didunia ini. Ilmu ikhlas. Cinta memang harus mengikhlaskan.

Kamis, 01 Agustus 2013

Lovetemakita




Aku bukan seorang akuntan bernama Todd Peterson di film That’s my boy yang pandai berhitung atau cicit dari al-Khawarizmi seorang matematikawan yang masyur namanya dikalangan tokoh penemuan ilmu pengetahuan dunia.

Aku tak bermaksud membuatmu bingung dengan semua ini, sama hal nya waktu aku belajar fungsi persamaan garis lurus saat SMA dan tidak tahu faedah konkretnya untuk hidupku. “Sungguh aku menghabiskan waktu dengan sangat sia-sia”, kata masa mudaku. Angka 9,75 nilai matematika ku di ijazah SMA itu murni hasil kerja kerasku saat Ujian Nasional, sayangnya lewat jalur yang curang, nyontek. Kebanggan yang tak membanggakan. Tak ada satupun yang bertanya jika aku tak memberitahunya. Bahkan ayahmu juga tak menanyakan nilai tersebut saat pertama kali kau perkenalkan kepadaku. 

Tapi, ada hal yang ingin sedikit kuberi tahu kepadamu…

Kita adalah dua bilangan bulat negatif (-) yang jika dikalikan hasilnya akan menjadi positif (+). Karena kamu bukannlah Maha Sempurna, selalu ada kekurangan. Demikianpun aku. Adalah kamu yang membuat hidupku sempurna, sesempurna empat bila dibagi (/) dua. Dua kepribadian, dua sifat, dua kepentingan.
Jangan ada kuadrat diantara kita, dengan simbol congkaknya tega mengurung angka empat memaksa mengurainya menjadi dua. Tetaplah menjadi angka dua, karena angka dua satu-satunya bilangan genap yang termasuk bilangan prima.

Kamu tahu hasil dari cos 90, sin 45 atau tan 270? Aku mungkin lupa kalau tak melihat catatan kecil. Karena cinta tak seribet itu, pun halnya dengan simbol persen (%) yang tak pernah ada diskon tentang rasa saling memberi. Karena tulus bukan hal yang mesti diobral.

Oh iya pernah tahu pernyataan (8+3)-(4x6)? Mungkin tanpa tanda buka tutup kurung hasilnya tidak akan sama. Itulah pentingnya prioritas. Mengutamakan yang satu dari yang lainnya. Seperti halnya aku yang lebih dulu menjemputmu diperaduan setiap akhir pekan daripada asik bermain dengan teman-temanku.

Terakhir, jangan kamu coba-coba ukur luas hatiku, karena hatiku adalah lingkaran. Tak akan bisa kamu ukur tanpa adanya phi (π) 3,14. Sebenarnya itu hasil pembulatan dari 3,14285714~ (tak terhitung). Seperti itulah kesetiaanku jika kamu mencoba menghitung luas hatiku.