Malam semakin larut sayang, iya sebentar lagi ada duplikat kamu muncul dari sebelah timur jarak pandangku. Sinarnya yang malu-mulu muncul serentak dengan ayuhan panik para pedagang bakul sayur mengendarai sepeda tergesa-gesa menuju pasar pagi. Percis seperti yang kulihat waktu pulang subuh.
Kamu tahu, pekerjaanku kalau sedang tak ada kerjaan? Ya ini, menulis apa yang terlintas dikepalaku. Dan aku ingin memberi tahu kamu tentang rahasia ku. Mau tahu? Apa yang yang terlintas dikepalaku kalau sedang tak ada kerjaan? Ya kamu. Mungkin setelah kamu tahu rahasia ini kamu tidak ngeluarkan satu kata pun, tetapi hanya senyum-senyum sendiri sambil berfikir ini hanya gombalan aku saja. Biarkan saja, yang jelas aku sudah jujur.
Kamu adalah kata-kata yang biasa aku tulis sebelum malam berubah menjadi siang. Entah kenapa, begitu mudahnya aku merangkai kata demi kata, untuk menjadi sebuah kalimat yang memiliki satu makna, kamu. Walaupun nanti kamu tak akan membacanya.
Disebuah postingan blog sebelumnya aku berpuisi, tentang kamu adalah bunga tidurku. Iya, sebenarnya obat mengantuk dan merindu itu cuma satu, yaitu tidur. Toh setelah aku tertidur rindu ku hilang dengan memimpikanmu. Semoga ibuku tak sewot aku bangun siang karena berlama-lama memimpikanmu.
Aku sudah mulai mengantuk dan sudah terlalu lama menahan rindu nih. Aku harus tidur menemuimu. Maaf terlalu lama buatmu menunggu, tadi sebelum tidur aku makan sebentar supaya waktu kamu tanya, "Kamu sudah makan belum?" Aku tak perlu menjawab bohong.
Selasa, 16 April 2013
Kamis, 11 April 2013
Komitmen Buat Diri Sendiri
Tuhan menciptakan hati kecil pada setiap manusia sebagai Lembaga Pengontrol dari suatu tindakan/rencana. Teori ini baru saja saya karang sendiri, tapi ada benarnya. Jika kita tidak bisa berkomitmen kepada orang lain, setidaknya kita bisa berkomitmen kepada diri sendiri dahulu. Jika memang itu adanya, marilah berkomitmen kepada diri sendiri terlebih dahulu dari hal-hal kecil yang jika dipikir akan keluar perkataan, 'Iya juga ya'.
Dan jika demikian, mungkin hati kecil saya akan memberikan peraturan-peraturan komitmen kecil untuk mengontrol apa yang sering saya perbuat, seperti:
- Wendi, kamu sering ngerokok dikamar, kamarmu jadi bau rokok. Emang nyaman tidur dikamar yang bau?
- Wendi, kamu kalo tidur jangan terlalu larut, gak punya rasa kasihan dengan badan? Tambah kurus loh.
- Wendi, Kalo baju yang udah dipake itu bok ya ditarok dibelakang, jangan digantung semua digantungan kamar. Jadi sarang nyamuk nanti.
- Wendi, Kalo abis makan piringnya langsung dicuci, terus ditaruh di rak lansung. Kasian ibu mu kalo harus yang cuci.
- Wendi, emang penting ya setiap pup bawa hape? Nanti kalo misal hapenya nyemplung di Lobang wc gimana?
- Wendi, kalo abis pake motor itu kuncinya jgn lupa dicabut. Lagi musim kemalingan motor loh.
-Wendi, bangun pagi ngerasain panas jam8 pagi itu sehat loh buat kesehatan terutama tulang. Coba deh bangun pagi.
- Wendi, ini jam berapa? Udah malem loh. Kasian kalo pulang larut malam harus bangunin orgrmh untuk bukain pintu. Mereka juga mau istirahat. Kesel tau lagi enak tidur dibangunin. Iya kan?
- Wendi, bisa gak sih kalo magrib itu dirumah? Bukan dirumah orang.
- Wendi, coba deh nengok keatas. Kamar kamu banyak sarang laba-laba ya. Bersihin tiap minggu gak kerasa berat kan?
- Wendi, Ini hari apa? Astaga nginget hari aja harus liat hape!
-Wendi, Diumur 21 Tahun ini masih mau maen-maen? Selamat ya, masa depan kamu belum keliatan!
Terima kasih hati kecil sudah mengingatkan. Mari berkomitmen untuk memperbaiki kebiasaan yg sudah melenceng jauh!
Dan jika demikian, mungkin hati kecil saya akan memberikan peraturan-peraturan komitmen kecil untuk mengontrol apa yang sering saya perbuat, seperti:
- Wendi, kamu sering ngerokok dikamar, kamarmu jadi bau rokok. Emang nyaman tidur dikamar yang bau?
- Wendi, kamu kalo tidur jangan terlalu larut, gak punya rasa kasihan dengan badan? Tambah kurus loh.
- Wendi, Kalo baju yang udah dipake itu bok ya ditarok dibelakang, jangan digantung semua digantungan kamar. Jadi sarang nyamuk nanti.
- Wendi, Kalo abis makan piringnya langsung dicuci, terus ditaruh di rak lansung. Kasian ibu mu kalo harus yang cuci.
- Wendi, emang penting ya setiap pup bawa hape? Nanti kalo misal hapenya nyemplung di Lobang wc gimana?
- Wendi, kalo abis pake motor itu kuncinya jgn lupa dicabut. Lagi musim kemalingan motor loh.
-Wendi, bangun pagi ngerasain panas jam8 pagi itu sehat loh buat kesehatan terutama tulang. Coba deh bangun pagi.
- Wendi, ini jam berapa? Udah malem loh. Kasian kalo pulang larut malam harus bangunin orgrmh untuk bukain pintu. Mereka juga mau istirahat. Kesel tau lagi enak tidur dibangunin. Iya kan?
- Wendi, bisa gak sih kalo magrib itu dirumah? Bukan dirumah orang.
- Wendi, coba deh nengok keatas. Kamar kamu banyak sarang laba-laba ya. Bersihin tiap minggu gak kerasa berat kan?
- Wendi, Ini hari apa? Astaga nginget hari aja harus liat hape!
-Wendi, Diumur 21 Tahun ini masih mau maen-maen? Selamat ya, masa depan kamu belum keliatan!
Terima kasih hati kecil sudah mengingatkan. Mari berkomitmen untuk memperbaiki kebiasaan yg sudah melenceng jauh!
Selasa, 09 April 2013
Permintaanku Kepadamu
Saat hidupku sudah jenuh
Rutinitas tak penuh
Hanya menyapa keluh
Cuma satu tempat berteduh
Rindang alis matamu
Badai angin bergemuruh
Berteriak sangat gaduh
Tak satupun yang ampuh
Mengalahkan lengkung alis matamu
Aku Tahu
Hidupmu bukan cuma aku melulu
Dirinya ada dihatimu
Kadang aku harus sadar itu
Maka daripada itu
ijinkanlah diriku
Berteduh di sayu matamu.
Rutinitas tak penuh
Hanya menyapa keluh
Cuma satu tempat berteduh
Rindang alis matamu
Badai angin bergemuruh
Berteriak sangat gaduh
Tak satupun yang ampuh
Mengalahkan lengkung alis matamu
Aku Tahu
Hidupmu bukan cuma aku melulu
Dirinya ada dihatimu
Kadang aku harus sadar itu
Maka daripada itu
ijinkanlah diriku
Berteduh di sayu matamu.
Senin, 08 April 2013
Benci Pagi
Sungguh aku sangat benci pagi.
Harus berapa kali ku mencubit pipiku.
Kenyataan bahwa kau tak ada.
Cuma mimpi?
Iya tepat, seratus buat kamu.
Pil pahit buat aku.
Tidur lagi untuk menemuimu masih malam nanti.
Pekerjaan yang selalu ku kerjakan dan tak pernah ku selesaikan.
Sengaja.
Itu lah mengapa aku sangat menantikan malam.
Hanya untuk lebih intim denganmu.
Walau semua nya hanya mimpi.
Mimpi indah yang sebenarnya mimpi buruk.
Sabtu, 06 April 2013
Bunga Tidur
Malam pukul 22 dan aku mengantuk.
Seperti biasa, hendak menyapamu.
Kau sudah siap dikasurku?
Kalau begitu aku harus tergesa-gesa.
Menemui kehampaan, menjamah ketiadaan.
Menelanjangi fikiran, mencumbui kesunyian.
Semoga aku tak telat sampai dirumah dan kau belum pergi.
Menjadi bunga tidurku.
Karena itu yang membuatku bergegas pulang.
Lalu tertidur, pulas.
Seperti biasa, hendak menyapamu.
Kau sudah siap dikasurku?
Kalau begitu aku harus tergesa-gesa.
Menemui kehampaan, menjamah ketiadaan.
Menelanjangi fikiran, mencumbui kesunyian.
Semoga aku tak telat sampai dirumah dan kau belum pergi.
Menjadi bunga tidurku.
Karena itu yang membuatku bergegas pulang.
Lalu tertidur, pulas.
Langganan:
Komentar (Atom)

