Sengaja aku menulis surat ini dalam keadaan ngantuk sekali agar aku tak lama menunggu balasan dan langsung terlelap setelah titik terakhir.
Oh iya, kamu tidak usah balas surat ini. Kurang kerjaan sekali. Tugas kuliahmu saja sudah menyita waktumu. Tapi tolong sisihkan waktu lima menit untuk membaca surat ini. Jangan dianggap serius surat ini, mungkin perasaan aku saja yang sedang melankolis. Tidak sengaja folder lagu-lagu cengeng sedang diputar. Tiba-tiba tanpa diduga aku ingat kamu ditengah-tengah lagu. Sebenarnya ingin ku klik panel next, tapi maaf untuk hal ini aku tak bisa.
Astaga!
Aku baru sadar basa-basi ini terlalu berbelit-belit. Mungkin kamu sudah tak sabar apa sebenarnya maksud tujuan ku menulis surat ini.
Bagus!
Aku bisa buatmu tak sabar. Tadinya sabar adalah musuhku, tapi aku sudah mulai berdamai dan berteman dengan kata sabar. Sabar menunggu celah hatimu tuk kusinggahi.
Sebelum aku menyampai kan maksud surat ini ada satu yang masih ingin aku tahu. Apakah dirimu sudah mengantuk? Kalau sudah berhenti baca surat ini sampai disini saja jangan diteruskan. Aku tak mau besok kamu telat bangun untuk mengambil air wudhu diwaktu subuh.
Bagaimana? Masih ingin membaca surat ku ini? Baiklah, sabar, sabar ini lagi aku teruskan. Jadi begini..
Oh ya, hampir saja aku kelupaan sesuatu. Kamu sudah makan? Ini pertanyaan basa-basi yang paling basi sebenarnya. Tapi yang aku tahu selama ini wanita paling suka diperhatikan kan? Bahkan untuk hal kecil sekalipun. Atau sebenarnya ini sudah jadi titik dimana aku bingung bagaimana meneruskan percakapan. Makanya kalau aku kirim pesan singkat jangan singkat-singkat balasnya.
Ya sudah, mungkin kalimat penutup surat ini jadi kesimpulan yang klimaks bahkan bisa jadi anti-klimaks. Tergantung perasaan kamu waktu membacanya. Toh sampai sekarang aku belum bisa membaca arah hatimu.
Aku cinta kamu. Terimakasih sudah membaca sampai kalimat ini. Jangan dijawab. Aku belum siap mengetahui jawabannya.
Suwendi Lelaki.
*Ditulis sembari mendengarkan lagu The Groove - Khayalan*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar